Sabtu, Januari 14, 2012

How To Write A Book in 30 Days

Hari Sabtu, 14 Januari 2012 terdapat acara yang diselenggarakan oleh Akademi Berbagi Depok bersama mbak Ollie yang bertemakan "How to write a book in 30 days". Dari judulnya memang menarik sekali, apalagi bagi mereka yang sedang menulis sebuah buku. Menurutku hal ini akan lebih menarik lagi kalau buku yang ditulis itu adalah skripsi :D *maklum semester akhir*

Bagi yang belum tahu, Akademi Berbagi ini adalah sebuah kegiatan sosial yang setiap minggunya menyelenggarakan kelas gratis dengan berbagai narasumber dan tema menarik. Sungguh suatu kegiatan yang menarik ditengah suasana akademik yang tak semua orang mampu menikmatinya (karena biaya mahal).

Agar kegiatan ini lebih bermanfaat lagi, aku akan share materi yang kudapat di kegiatan ini. Semoga bermanfaat :)

Cara Menulis Buku Dalam 30 Hari (How to write a book in 30 days)

1. Buat Kerangka Pengerjaan. (Create Outline) - Day 1
Ini adalah peta keseluruhan dari buku yang akan dibuat dan peta sebagai fungsinya sebagai pedoman agar penulis tak kehilangan arah dari rencana awal.


2. Pemetaan Pikiran. (Mind Mapping Outline) - Day 1

Masih berhubungan dengan poin pertama, cara mudah membuat kerangka pengerjaan adalah dengan teknik pemetaan pikiran. Dengan teknik ini pikiran kita dapat di eksplor dengan cara fleksibel tanpa harus berpatokan pada pakem pengerjaan yang mungkin sudah ada.

3. Buat Target Pengerjaan. (Set Target) - Day 1
Penting tuk menentukan target dalam pengerjaan, misal: membuat buku dengan 100 halaman.

4. Mulailah Menulis. (Start Writing) - Day 2-28
Mulailah menulis setelah tiga poin sebelumnya sudah dilakukan.

5. Buatlah Rutinitas. (Create Routinize) - Day 2-28
Buat dan jadikan menulis dalam rutinitas harianmu, kenali kebiasaanmu dalam menulis. Misalkan kamu terbiasa menulis setelah bangun tidur dipagi hari maka sempatkan 3 jam dipagi hari untuk menulis dan ulangi selama 30 hari kedepan.

6. Seringlah Membaca. (Read a lot) - Day 2-28

Salah satu cara meningkatkan keahlian menulis adalah dengan membaca, kita juga dapat menambah wawasan dalam menulis dengan membaca. Semakin sering membaca maka kita akan mengenali banyak gaya penulisan dari tiap buku.

7. Koreksi Nanti (Edit Later). - Day 2-28
Kebiasaan buruk tiap orang dalam menulis adalah seringnya mengkoreksi hasil tulisan padahal ia belum selesai keseluruhan tulisan. Kurangi mengkoreksi/menghapus kalimat-kalimat yang telah kita tulis dan biasakan mengkoreksi setelah semua tulisan selesai ditulis.

8. Hindari Riset Terlalu Lama. (Research Not Too Much) - Day 2-28
Membaca termasuk dalam kegiatan riset, tapi ingatlah bahwa kamu sedang dalam sebuah misi 30 hari menulis buku sehingga jangan terlalu banyak meriset sehingga melupakan proses penulisan buku yang akan kamu buat.

9. Buat Semua Orang Tahu. (Let Peoples Know Your Progress) - Day 2-28
Beritahu semua orang bahwa kamu sedang menulis buku, dengan harapan ini akan menjadi motivasi untuk segera menyelesaikan buku tulisanmu.

10. Koreksi dan Baca Ulang. (Proofreading & Editing) - Day 29
Di hari ke-29 ini adalah saatnya membaca ulang hasil tulisanmu dan koreksi tata bahasa yang salah atau ejaan yang kurang benar. Minta bantuan beberapa teman dekatmu tuk menilai hasil tulisanmu sebelum kamu ajukan ke penerbit.

11. Ajukan & Rayakan. (Send & Celebrate) - Day 30
Setelah selesai mengajukan hasil tulisanmu, kini saatnya merayakanya. Memberikan hadiah kepada diri sendiri karena berhasil mengerjakan sebuah tantangan yang tak semua orang mampu mengerjakannya. Selamat.

Demikian semoga bermanfaat :)
Simak juga kampanye membaca yang pernah kubuat dulu.

Baca selanjutnya, klik disini.

Minggu, Desember 11, 2011

Seminar: "Concept Behind Creativity" Bagian 02

Sebelumnya di tulisan bagian pertama, Jimmy Balia sudah menjelaskan tentang konsep dibalik suatu karya dan sedikit tentang proses kreatif. Di tulisan kedua ini akan menjelaskan hasil presentasi dari ilustrator Rio Deadwolf yang hasil karyanya sangat memukau.

Rio Deadwolf menjelaskan bahwa proses kreatif tidak hanya terjadi pada sang desainer/ilustrator, proses tersebut terbagi karena biasanya sang desainer/ilustrator tidak bekerja sendirian; ada seorang Creative Director yang mempunyai ide suatu karya, kemudian Art Director yang menentukan suatu karya diterima/sesuai atau tidak dan seorang Ilustrator yang bekerja secara teknis mengubah ide dalam bentuk karya.


Menurut Rio Deadwolf, suatu karya adalah Personal Emotion sang ilustrator dan inilah yang menjadikan suatu karya terbagi menjadi dua: Commercial Art dan Entertainment Art.


Commercial Art
Secara gampang, tipe karya ini adalah karya yang umum disukai oleh semua orang bahkan oleh orang awam sekalipun. Mengandung pesan yang jelas dan menggunakan objek yang umum dikenal oleh banyak orang. Sesuai namanya, tipe karya ini dibuat untuk kepentingan komersial sebuah merek, namun bukan berarti tipe Entertainment Art tidak digunakan sebagai komersil.
Contoh karya Rio Deadwolf Studio.

Pesan yang terkandung dalam karya tipe ini disesuaikan dengan merek yang dibawanya. Karya tipe ini sering diaplikasikan pada sebuah iklan cetak, poster film dll. Dalam pembuatannya, biasanya seorang Art Director sudah mempunyai konsep untuk para ilustrator sehingga proses kreatifnya ditentukan dengan patok konsepnya.

Dengan kata lain, tipe Commercial Art adalah tipe karya yang dibuat berdasarkan pesanan dan umum dijumpai oleh masyarakat luas.


Entertainment Art
Perbedaan secara visual yang terlihat antar Entertainment dengan Commercial adalah dari penggunaan garis dalam gambar. Pada tipe Entertainment; lebih banyak menggunakan garis halus mendekati gambar realis dengan tema-tema pejuang, ksatria atau sosok tak dikenal. Sedangkan pada Commercial Art; sering menggunakan garis tegas dengan karakter yang disukai umum dalam bentuk kartun.
Hasil karya Rio Deadwolf

Biasanya seorang Art Director (senior ilustrator) mempunyai narasi/cerita dan diserahkan kepada para ilustrator untuk diubah menjadi karya sehingga proses kreatif sebagian besar dikerjakan oleh sang ilustrator. Entertainment Art sering digunakan dalam sebuah video games atau games card yang menampilkan karakter fantasi di ceritanya.

Rio Deadwolf menyimpulkan presentasi kedalam beberapa poin, yaitu:
  • Personal Expression - Karya adalah ekpresi sang desainer/ilustrator.
  • Visual Library - Ilustrator mesti mempunyai catatan visual sebagai media latihan memperkaya skill ilustrasinya, seperti buku catatan harian.
  • Put Skill & Idea in same level - Menyamakan ide yang dipunya dan kemampuan teknis pada level yang sama sehingga karya yang dihasilkan lebih maksimal.
  • Good artist copy, great artist steal - terinspirasi oleh Steve Jobs, Bill Gates dll.
Sekian laporan tentang seminar Concept Behind Creativity yang diadakan oleh Depok Creative dengan HIMA Desain Grafis Politeknik Negeri Media Kreatif.

Semoga bermanfaat.

Baca selanjutnya, klik disini.

Seminar: "Concept Behind Creativity" Bagian 01

Pada hari Sabtu, 10 Desember 2011 ada seminar bertajuk Concept Behind Creativity yang diselenggarakan atas kerjasama Depok Creative dan HIMA Desain Grafis Politeknik Negeri Media Kreatif.

Acara gratis ini menghadirkan pembicara yang kompeten di bidang kreatif, yaitu:

  1. Jimmy Balia - Art Director dengan kemampuan vektor yang ciamik.
  2. Rio Deadwolf - Ilustrator professional yang karyanya sangat memukau.
Dan berikut adalah review yang kudapat selama seminar ini:

Seminar ini membicarakan 2 hal yaitu Konsep dan Proses Kreatif sebelum didapatkannya hasil akhir dari suatu karya. Materi pertama dipresentasikan oleh Jimmy Balia tentang Konsep.

Menurut Jimmy Balia,"Konsep adalah pesan yang ingin disampaikan" dan Konsep didapat dari pemikiran sang desainer. Tanpa pemikiran yang matang maka suatu karya hanya tampil sebagai gambar tanpa pesan.

Konsep adalah hasil pemikiran yang didapat berdasarkan pengalaman atau ilmu sang desainer, semakin banyak pengalaman/ilmu atau pemahaman sang desainer tentang proyek yang sedang dikerjakan maka semakin matang konsep didalamnya.

Dengan kata lain, sang desainer mesti melakukan riset mendalam tentang apa yang ingin disampaikan dalam proyek yang akan dikerjakan agar hasilnya maksimal secara teknis dan non-teknis.

Copy from one is plagiarism; Copy from many is research. - Wilson Mizner

Sah saja seorang desainer menggunakan pelbagai inspirasi desain dari banyak karya yang ada. Menurut Jimmy Balia ada 4 langkah dalam sebuah proses kreatif, yaitu:
Awalnya sebuah karya dihasilkan bermula dari ide yang kemudian diimajinasikan oleh desainer dengan melakukan berbagai riset yang terkait lalu dikerjakan sesuai kemampuan sang desainer. Kemampuan disini adalah skill teknis dalam penggunaan tools dalam menyelesaikan karya.

Ada 3 tips dari Jimmy Balia dalam proses kreatif:
  1. Perbanyak referensi;
  2. Pelajari skill/teknik baru;
  3. Jangan pernah puas.
Materi kedua tentang proses kreatif oleh Rio Deadwolf tertulis dalam tulisan selanjutnya. Terima kasih sudah menyimak. Semoga bermanfaat.

Baca selanjutnya, klik disini.

Kamis, Desember 01, 2011

Media Sosial, Digital Dan Mobile di Indonesia

Sebelumnya ada infografik dari We Are Social tentang Media Sosial dan Media Digital di Asia yang menunjukkan fakta-fakta menarik di wilayah Asia. Dan berikut adalah fakta menarik di Indonesia, dengan penetrasi pengguna internet hanya 17% tapi nampaknya orang Indonesia lebih senang berinternet-ria dibanding menonton televisi.

Simak detil seluruhnya berikut ini:

Trims.

Baca selanjutnya, klik disini.

Selasa, November 29, 2011

Media Sosial dan Media Digital di Asia

Media sosial memang bukan hal baru tapi sesuatu yang sudah muncul sejak bertahun-tahun yang lalu sejak era GeoCities dan lainnya. Bagaimana kabar media sosial tahun ini? silahkan simak laporan berikut ini:

Terima kasih.

Baca selanjutnya, klik disini.